
Contoh soal dan jawaban mata pelajaran matematika kelas 3 sd
Menguasai Matematika Kelas 3 SD: Contoh Soal dan Pembahasan Lengkap untuk Belajar Efektif
Matematika di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) adalah tahapan penting di mana siswa mulai membangun fondasi yang lebih kuat dalam pemahaman konsep-konsep dasar. Pada jenjang ini, mereka tidak hanya mengulang apa yang telah dipelajari di kelas 1 dan 2, tetapi juga memperluasnya ke operasi hitung yang lebih kompleks, pengenalan pecahan, geometri sederhana, hingga aplikasi dalam soal cerita sehari-hari.
Kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah mulai diasah secara intensif. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat di kelas 3 akan sangat menentukan keberhasilan mereka di jenjang selanjutnya. Artikel ini akan menyajikan berbagai contoh soal Matematika kelas 3 SD beserta pembahasannya secara detail, mencakup topik-topik utama yang biasanya diajarkan. Tujuannya adalah membantu siswa berlatih dan orang tua memiliki panduan dalam mendampingi putra-putrinya belajar.
I. Bilangan dan Operasi Hitung

Bagian ini adalah inti dari pembelajaran Matematika di kelas 3. Siswa diharapkan mahir dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan hingga ribuan.
A. Penjumlahan Bilangan
Siswa belajar penjumlahan dengan teknik menyimpan (carry over) untuk bilangan hingga ribuan.
Contoh Soal:
- Pak Budi memiliki 245 ekor ayam. Kemudian ia membeli lagi 178 ekor ayam. Berapa total ayam Pak Budi sekarang?
- Hitunglah hasil dari 3.472 + 1.859!
- Di sebuah toko buku, terjual 567 buku pada hari Senin dan 398 buku pada hari Selasa. Berapa total buku yang terjual dalam dua hari tersebut?
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Ayam Pak Budi awal = 245 ekor, Membeli lagi = 178 ekor.
Ditanya: Total ayam Pak Budi sekarang?
Jawab:
Untuk menjumlahkan, kita susun secara vertikal:
245
178
— (+)- Satuan: 5 + 8 = 13. Tulis 3 di bawah, simpan 1 di puluhan.
- Puluhan: 4 + 7 + 1 (simpanan) = 12. Tulis 2 di bawah, simpan 1 di ratusan.
- Ratusan: 2 + 1 + 1 (simpanan) = 4. Tulis 4 di bawah.
Jadi, total ayam Pak Budi sekarang adalah 423 ekor.
-
Diketahui: Penjumlahan 3.472 + 1.859.
Ditanya: Hasil penjumlahan?
Jawab:
Susun secara vertikal:
3472
1859
—- (+)- Satuan: 2 + 9 = 11. Tulis 1, simpan 1.
- Puluhan: 7 + 5 + 1 (simpanan) = 13. Tulis 3, simpan 1.
- Ratusan: 4 + 8 + 1 (simpanan) = 13. Tulis 3, simpan 1.
- Ribuan: 3 + 1 + 1 (simpanan) = 5. Tulis 5.
Jadi, hasil dari 3.472 + 1.859 adalah 5.331.
-
Diketahui: Buku terjual Senin = 567, Buku terjual Selasa = 398.
Ditanya: Total buku terjual dalam dua hari?
Jawab:
567
398
— (+)- Satuan: 7 + 8 = 15. Tulis 5, simpan 1.
- Puluhan: 6 + 9 + 1 (simpanan) = 16. Tulis 6, simpan 1.
- Ratusan: 5 + 3 + 1 (simpanan) = 9. Tulis 9.
Jadi, total buku yang terjual dalam dua hari tersebut adalah 965 buku.
B. Pengurangan Bilangan
Siswa belajar pengurangan dengan teknik meminjam (borrowing) untuk bilangan hingga ribuan.
Contoh Soal:
- Sebuah truk mengangkut 750 kg beras. Di pasar, truk tersebut menurunkan 325 kg beras. Berapa sisa beras di truk sekarang?
- Hitunglah hasil dari 9.123 – 4.567!
- Adi memiliki 600 kelereng. Ia memberikan 285 kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Adi?
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Beras awal = 750 kg, Diturunkan = 325 kg.
Ditanya: Sisa beras?
Jawab:
Susun secara vertikal:
750
325
— (-)- Satuan: 0 tidak bisa dikurangi 5. Pinjam 1 dari puluhan (5 menjadi 4), 0 menjadi 10. 10 – 5 = 5.
- Puluhan: Sisa puluhan adalah 4. 4 – 2 = 2.
- Ratusan: 7 – 3 = 4.
Jadi, sisa beras di truk sekarang adalah 425 kg.
-
Diketahui: Pengurangan 9.123 – 4.567.
Ditanya: Hasil pengurangan?
Jawab:
Susun secara vertikal:
9123
4567
—- (-)- Satuan: 3 tidak bisa dikurangi 7. Pinjam 1 dari puluhan (2 menjadi 1), 3 menjadi 13. 13 – 7 = 6.
- Puluhan: Sisa puluhan adalah 1. 1 tidak bisa dikurangi 6. Pinjam 1 dari ratusan (1 menjadi 0), 1 menjadi 11. 11 – 6 = 5.
- Ratusan: Sisa ratusan adalah 0. 0 tidak bisa dikurangi 5. Pinjam 1 dari ribuan (9 menjadi 8), 0 menjadi 10. 10 – 5 = 5.
- Ribuan: Sisa ribuan adalah 8. 8 – 4 = 4.
Jadi, hasil dari 9.123 – 4.567 adalah 4.556.
-
Diketahui: Kelereng awal = 600, Diberikan = 285.
Ditanya: Sisa kelereng?
Jawab:
600
285
— (-)- Satuan: 0 tidak bisa dikurangi 5. Pinjam dari puluhan, tapi puluhan juga 0. Pinjam dari ratusan (6 menjadi 5), puluhan menjadi 10. Lalu puluhan dipinjam 1 oleh satuan (10 menjadi 9), satuan menjadi 10. 10 – 5 = 5.
- Puluhan: Sisa puluhan adalah 9. 9 – 8 = 1.
- Ratusan: Sisa ratusan adalah 5. 5 – 2 = 3.
Jadi, sisa kelereng Adi adalah 315 kelereng.
C. Perkalian Bilangan
Siswa menguasai perkalian dasar dan perkalian bilangan satu angka dengan bilangan dua atau tiga angka.
Contoh Soal:
- Sebuah kotak berisi 8 pensil. Jika ada 7 kotak pensil, berapa total pensil seluruhnya?
- Hitunglah hasil dari 35 x 4!
- Dalam satu minggu ada 7 hari. Berapa hari dalam 12 minggu?
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Isi satu kotak = 8 pensil, Jumlah kotak = 7.
Ditanya: Total pensil?
Jawab:
Untuk mencari total, kita kalikan jumlah isi per kotak dengan jumlah kotak.
Total pensil = 8 x 7 = 56
Jadi, total pensil seluruhnya adalah 56 pensil. -
Diketahui: Perkalian 35 x 4.
Ditanya: Hasil perkalian?
Jawab:
Kita bisa menggunakan perkalian bersusun:
35
4
— (x)- Kalikan satuan: 5 x 4 = 20. Tulis 0 di bawah, simpan 2 di puluhan.
- Kalikan puluhan: 3 x 4 = 12. Tambahkan 2 simpanan: 12 + 2 = 14. Tulis 14.
Jadi, hasil dari 35 x 4 adalah 140.
-
Diketahui: 1 minggu = 7 hari, Jumlah minggu = 12.
Ditanya: Jumlah hari dalam 12 minggu?
Jawab:
Total hari = 12 x 7
Kita bisa menggunakan perkalian bersusun:
12
7
— (x)- Satuan: 2 x 7 = 14. Tulis 4, simpan 1.
- Puluhan: 1 x 7 = 7. Tambahkan 1 simpanan: 7 + 1 = 8. Tulis 8.
Jadi, dalam 12 minggu ada 84 hari.
D. Pembagian Bilangan
Siswa belajar konsep pembagian sebagai kebalikan dari perkalian, dan pembagian bilangan dua atau tiga angka dengan bilangan satu angka.
Contoh Soal:
- Ibu memiliki 42 permen. Permen tersebut akan dibagikan kepada 6 anaknya sama rata. Berapa permen yang diterima setiap anak?
- Hitunglah hasil dari 84 : 4!
- Sebanyak 150 kue akan dikemas ke dalam beberapa kotak. Setiap kotak berisi 5 kue. Berapa kotak yang dibutuhkan?
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Total permen = 42, Jumlah anak = 6.
Ditanya: Permen per anak?
Jawab:
Untuk mencari permen per anak, kita lakukan pembagian:
Permen per anak = 42 : 6 = 7
Jadi, setiap anak akan menerima 7 permen. -
Diketahui: Pembagian 84 : 4.
Ditanya: Hasil pembagian?
Jawab:
Kita bisa menggunakan pembagian bersusun (porogapit):
214 | 84
-8 (8 dibagi 4 sama dengan 2, 2 kali 4 sama dengan 8)04 (Turunkan angka 4) -4 (4 dibagi 4 sama dengan 1, 1 kali 4 sama dengan 4) --- 0Jadi, hasil dari 84 : 4 adalah 21.
-
Diketahui: Total kue = 150, Isi per kotak = 5 kue.
Ditanya: Jumlah kotak yang dibutuhkan?
Jawab:
Jumlah kotak = 150 : 5
Menggunakan pembagian bersusun:
305 | 150
-15 (15 dibagi 5 sama dengan 3, 3 kali 5 sama dengan 15)00 (Turunkan angka 0, 0 dibagi 5 sama dengan 0) -0 --- 0Jadi, dibutuhkan 30 kotak.
II. Pecahan Sederhana
Pada kelas 3, siswa diperkenalkan dengan konsep pecahan sederhana, seperti 1/2, 1/3, 1/4, dll., melalui benda konkret dan gambar.
Contoh Soal:
- Sebuah pizza dipotong menjadi 4 bagian yang sama besar. Jika Ayu makan 1 bagian, berapa bagian pizza yang dimakan Ayu dalam bentuk pecahan?
- Arsirlah 1/3 bagian dari bangun di bawah ini (gambar persegi panjang dibagi 3 sama besar).
- Manakah yang lebih besar, 1/2 atau 1/4? Jelaskan!
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Pizza dipotong 4 bagian, Ayu makan 1 bagian.
Ditanya: Bagian pizza yang dimakan Ayu dalam pecahan?
Jawab:
Pecahan terdiri dari pembilang (jumlah bagian yang diambil) dan penyebut (jumlah seluruh bagian yang sama besar).- Pembilang = 1 (karena Ayu makan 1 bagian)
- Penyebut = 4 (karena pizza dipotong menjadi 4 bagian sama besar)
Jadi, bagian pizza yang dimakan Ayu adalah 1/4.
-
Diketahui: Gambar persegi panjang dibagi 3 sama besar.
Ditanya: Arsir 1/3 bagian.
Jawab:
Untuk mengarsir 1/3 bagian, kita cukup mengarsir satu dari tiga bagian yang tersedia.
(Visualisasi: Gambar persegi panjang dengan 3 kolom, arsir 1 kolom). -
Diketahui: Pecahan 1/2 dan 1/4.
Ditanya: Mana yang lebih besar?
Jawab:
Untuk membandingkan pecahan dengan pembilang yang sama (yaitu 1), kita lihat penyebutnya. Semakin kecil penyebutnya, semakin besar nilainya (karena benda dibagi menjadi bagian yang lebih sedikit, sehingga setiap bagian menjadi lebih besar).- 1/2 berarti satu bagian dari dua bagian yang sama besar.
- 1/4 berarti satu bagian dari empat bagian yang sama besar.
Bayangkan membagi satu kue. Jika dibagi 2, setiap orang dapat setengah kue yang besar. Jika dibagi 4, setiap orang dapat seperempat kue yang lebih kecil.
Jadi, 1/2 lebih besar dari 1/4.
III. Geometri Sederhana
Siswa mengenal berbagai bentuk bangun datar (segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran) dan sifat-sifatnya (jumlah sisi, sudut). Mereka juga mulai menghitung keliling bangun datar sederhana.
Contoh Soal:
- Sebutkan nama-nama bangun datar berikut dan berapa jumlah sisinya:
a. (Gambar Segitiga)
b. (Gambar Persegi)
c. (Gambar Lingkaran) - Sebuah meja berbentuk persegi panjang memiliki panjang 80 cm dan lebar 50 cm. Berapa keliling meja tersebut?
- Gambar sebuah persegi dengan panjang sisi 6 cm. Hitunglah kelilingnya!
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Gambar bangun datar.
Ditanya: Nama dan jumlah sisi.
Jawab:
a. Nama: Segitiga. Jumlah sisi: 3.
b. Nama: Persegi. Jumlah sisi: 4 (semua sama panjang).
c. Nama: Lingkaran. Jumlah sisi: 0 (atau tidak memiliki sisi lurus, hanya satu garis lengkung tertutup). -
Diketahui: Meja berbentuk persegi panjang, panjang (p) = 80 cm, lebar (l) = 50 cm.
Ditanya: Keliling meja?
Jawab:
Rumus keliling persegi panjang adalah: K = 2 x (panjang + lebar)
K = 2 x (80 cm + 50 cm)
K = 2 x (130 cm)
K = 260 cm
Jadi, keliling meja tersebut adalah 260 cm. -
Diketahui: Persegi dengan sisi (s) = 6 cm.
Ditanya: Kelilingnya?
Jawab:
Rumus keliling persegi adalah: K = 4 x sisi
K = 4 x 6 cm
K = 24 cm
Jadi, keliling persegi tersebut adalah 24 cm.
IV. Pengukuran Waktu, Panjang, dan Berat
Siswa belajar tentang satuan baku untuk waktu (jam, menit), panjang (meter, sentimeter), dan berat (kilogram, gram), serta melakukan konversi sederhana.
Contoh Soal:
- Lani belajar selama 2 jam. Berapa menit Lani belajar?
- Sebuah tali panjangnya 3 meter. Berapa sentimeter panjang tali tersebut?
- Ibu membeli 2 kg gula. Berapa gram gula yang Ibu beli?
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Lani belajar = 2 jam.
Ditanya: Berapa menit?
Jawab:
Kita tahu bahwa 1 jam = 60 menit.
Jadi, 2 jam = 2 x 60 menit = 120 menit.
Lani belajar selama 120 menit. -
Diketahui: Panjang tali = 3 meter.
Ditanya: Berapa sentimeter?
Jawab:
Kita tahu bahwa 1 meter = 100 sentimeter.
Jadi, 3 meter = 3 x 100 sentimeter = 300 sentimeter.
Panjang tali tersebut adalah 300 sentimeter. -
Diketahui: Ibu membeli gula = 2 kg.
Ditanya: Berapa gram?
Jawab:
Kita tahu bahwa 1 kilogram = 1.000 gram.
Jadi, 2 kg = 2 x 1.000 gram = 2.000 gram.
Ibu membeli gula sebanyak 2.000 gram.
V. Soal Cerita Campuran
Soal cerita adalah bagian penting untuk melatih kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep Matematika ke dalam masalah sehari-hari. Soal cerita di kelas 3 seringkali melibatkan dua atau lebih operasi hitung.
Contoh Soal:
- Di perpustakaan sekolah ada 150 buku cerita dan 125 buku pelajaran. Pada hari ini, ada 75 buku yang dipinjam siswa. Berapa sisa buku di perpustakaan sekarang?
- Seorang pedagang memiliki 8 keranjang apel. Setiap keranjang berisi 25 apel. Jika 50 apel terjual, berapa sisa apel pedagang tersebut?
- Pak Doni memiliki 3 kandang ayam. Setiap kandang berisi 15 ekor ayam. Jika ayam-ayam tersebut akan dibagi rata kepada 5 pembeli, berapa ekor ayam yang diterima setiap pembeli?
Pembahasan Jawaban:
-
Diketahui: Buku cerita = 150, Buku pelajaran = 125, Buku dipinjam = 75.
Ditanya: Sisa buku?
Jawab:- Langkah 1: Hitung total buku awal.
Total buku awal = Buku cerita + Buku pelajaran
Total buku awal = 150 + 125 = 275 buku - Langkah 2: Hitung sisa buku setelah dipinjam.
Sisa buku = Total buku awal – Buku dipinjam
Sisa buku = 275 – 75 = 200 buku
Jadi, sisa buku di perpustakaan sekarang adalah 200 buku.
- Langkah 1: Hitung total buku awal.
-
Diketahui: Jumlah keranjang = 8, Isi per keranjang = 25 apel, Apel terjual = 50.
Ditanya: Sisa apel?
Jawab:- Langkah 1: Hitung total apel awal.
Total apel awal = Jumlah keranjang x Isi per keranjang
Total apel awal = 8 x 25 = 200 apel - Langkah 2: Hitung sisa apel setelah terjual.
Sisa apel = Total apel awal – Apel terjual
Sisa apel = 200 – 50 = 150 apel
Jadi, sisa apel pedagang tersebut adalah 150 apel.
- Langkah 1: Hitung total apel awal.
-
Diketahui: Jumlah kandang = 3, Isi per kandang = 15 ayam, Jumlah pembeli = 5.
Ditanya: Ayam per pembeli?
Jawab:- Langkah 1: Hitung total ayam seluruhnya.
Total ayam = Jumlah kandang x Isi per kandang
Total ayam = 3 x 15 = 45 ekor ayam - Langkah 2: Hitung ayam yang diterima setiap pembeli.
Ayam per pembeli = Total ayam : Jumlah pembeli
Ayam per pembeli = 45 : 5 = 9 ekor ayam
Jadi, setiap pembeli menerima 9 ekor ayam.
- Langkah 1: Hitung total ayam seluruhnya.
Tips Belajar Matematika untuk Siswa Kelas 3 SD:
- Pahami Konsep, Bukan Hanya Menghafal: Ajak siswa untuk mengerti "mengapa" suatu operasi dilakukan, bukan hanya "bagaimana". Gunakan benda konkret atau gambar untuk menjelaskan konsep.
- Latihan Rutin dan Konsisten: Sedikit tapi sering lebih baik daripada banyak tapi jarang. Sediakan waktu singkat setiap hari untuk berlatih.
- Gunakan Metode yang Menyenangkan: Permainan Matematika, aplikasi edukasi, atau teka-teki bisa membuat belajar lebih menarik.
- Libatkan dalam Kehidupan Sehari-hari: Ajak siswa menghitung belanjaan, mengukur bahan saat memasak, atau menghitung waktu perjalanan. Ini membantu mereka melihat relevansi Matematika.
- Perkuat Tabel Perkalian: Kemampuan perkalian dasar yang kuat adalah kunci untuk operasi hitung yang lebih kompleks di masa depan.
- Jangan Takut Salah: Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Beri dukungan dan dorongan positif.
- Fokus pada Soal Cerita: Soal cerita melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah, yang sangat penting. Ajarkan langkah-langkah: diketahui, ditanya, dijawab.
Kesimpulan:
Matematika kelas 3 SD adalah fondasi yang krusial untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Dengan pemahaman yang kuat pada operasi hitung dasar, pengenalan pecahan, geometri, dan kemampuan memecahkan soal cerita, siswa akan memiliki bekal yang kokoh. Artikel ini diharapkan dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi siswa dan orang tua dalam memahami dan berlatih soal-soal Matematika kelas 3 SD. Ingatlah bahwa kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang menyenangkan adalah kunci keberhasilan dalam belajar Matematika. Selamat belajar!