
Contoh soal dan pembahasan matematika kelas 12 tentang dimensi 3
Memahami Dimensi Tiga: Contoh Soal dan Pembahasan Lengkap Matematika Kelas 12
Geometri dimensi tiga, atau sering disebut geometri ruang, adalah cabang matematika yang mempelajari bentuk, ukuran, posisi relatif, dan sifat-sifat ruang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berinteraksi dengan objek-objek tiga dimensi, mulai dari kubus, balok, piramida, hingga bola. Memahami konsep dimensi tiga sangat penting, tidak hanya untuk keberhasilan di kelas Matematika, tetapi juga sebagai fondasi untuk bidang ilmu lain seperti arsitektur, teknik, desain grafis, hingga fisika.
Pada jenjang Kelas 12, materi dimensi tiga akan memperdalam pemahaman Anda tentang objek-objek ruang, khususnya dalam menentukan jarak (antar titik, titik ke garis, titik ke bidang) dan sudut (antar garis, garis ke bidang, bidang ke bidang). Artikel ini akan menyajikan contoh-contoh soal yang representatif beserta pembahasannya secara langkah demi langkah untuk membantu Anda menguasai materi ini.
Konsep Dasar dalam Dimensi Tiga
Sebelum melangkah ke contoh soal, mari kita segarkan kembali beberapa konsep dasar:

- Titik: Adalah elemen dasar yang tidak memiliki ukuran (nol dimensi), hanya menunjukkan posisi.
- Garis: Adalah kumpulan titik-titik yang berderet memanjang secara tak terbatas ke dua arah. Garis hanya memiliki satu dimensi (panjang).
- Bidang: Adalah permukaan datar yang meluas tak terbatas ke segala arah. Bidang memiliki dua dimensi (panjang dan lebar).
- Bangun Ruang: Objek tiga dimensi yang memiliki volume, seperti kubus, balok, limas, prisma, tabung, kerucut, dan bola. Dalam materi ini, kubus dan balok sering menjadi fokus utama karena sifat-sifat simetrisnya.
Jarak dalam Dimensi Tiga
Menentukan jarak adalah salah satu keterampilan fundamental dalam geometri ruang. Berikut adalah jenis-jenis jarak yang akan sering Anda temui:
- Jarak Titik ke Titik: Panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan kedua titik. Ini sering diselesaikan dengan Teorema Pythagoras.
- Jarak Titik ke Garis: Panjang ruas garis tegak lurus dari titik ke garis tersebut. Proyeksi titik ke garis sangat membantu di sini.
- Jarak Titik ke Bidang: Panjang ruas garis tegak lurus dari titik ke bidang tersebut. Proyeksi titik ke bidang adalah kuncinya.
- Jarak Garis ke Garis:
- Jika sejajar: Jarak titik sembarang pada salah satu garis ke garis lainnya.
- Jika berpotongan: 0 (nol).
- Jika bersilangan: Panjang ruas garis terpendek yang tegak lurus terhadap kedua garis. Ini adalah yang paling kompleks.
- Jarak Garis ke Bidang:
- Jika sejajar: Jarak titik sembarang pada garis ke bidang tersebut.
- Jika berpotongan: 0 (nol).
- Jarak Bidang ke Bidang: Hanya ada jika kedua bidang sejajar. Jarak titik sembarang pada salah satu bidang ke bidang lainnya.
Sudut dalam Dimensi Tiga
Menentukan sudut juga merupakan aspek penting. Sudut biasanya didefinisikan sebagai sudut terkecil (lancip) yang terbentuk:
- Sudut Antara Dua Garis:
- Jika berpotongan: Sudut yang langsung terbentuk.
- Jika bersilangan: Salah satu garis digeser (ditranslasi) sehingga berpotongan dengan garis yang lain, kemudian dicari sudut yang terbentuk.
- Sudut Antara Garis dan Bidang: Sudut antara garis tersebut dengan proyeksi garis tersebut pada bidang.
- Sudut Antara Dua Bidang: Sudut antara dua garis yang masing-masing terletak pada bidang tersebut dan tegak lurus terhadap garis perpotongan kedua bidang.
Contoh Soal dan Pembahasan
Kita akan menggunakan bangun ruang kubus karena keseragamannya yang mempermudah visualisasi dan perhitungan. Misalkan kita memiliki Kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk s cm.
Soal 1: Jarak Titik ke Titik (Diagonal Ruang)
Soal:
Diberikan kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 8 cm. Tentukan jarak titik A ke titik G.
Analisis Soal:
Yang diminta adalah jarak antara dua titik yang tidak berada pada satu bidang muka yang sama, yaitu titik A (pojok depan bawah kiri) dan titik G (pojok belakang atas kanan). Ini adalah diagonal ruang kubus.
Strategi Penyelesaian:
Kita bisa menggunakan Teorema Pythagoras dua kali. Pertama, cari panjang diagonal bidang (misalnya AC), lalu gunakan diagonal bidang tersebut dan rusuk tegak (CG) untuk mencari diagonal ruang (AG).
Langkah-langkah Penyelesaian:
-
Cari panjang AC (diagonal bidang alas):
Perhatikan segitiga siku-siku ABC di bidang alas ABCD, dengan siku-siku di B.
AB = 8 cm (rusuk)
BC = 8 cm (rusuk)
Menurut Teorema Pythagoras:
AC² = AB² + BC²
AC² = 8² + 8²
AC² = 64 + 64
AC² = 128
AC = √128 = √(64 × 2) = 8√2 cm -
Cari panjang AG (diagonal ruang):
Perhatikan segitiga siku-siku ACG, dengan siku-siku di C.
AC = 8√2 cm (diagonal bidang)
CG = 8 cm (rusuk)
Menurut Teorema Pythagoras:
AG² = AC² + CG²
AG² = (8√2)² + 8²
AG² = (64 × 2) + 64
AG² = 128 + 64
AG² = 192
AG = √192 = √(64 × 3) = 8√3 cm
Kesimpulan:
Jarak titik A ke titik G adalah 8√3 cm.
(Sebagai catatan, panjang diagonal ruang kubus dengan rusuk s adalah s√3.)
Soal 2: Jarak Titik ke Garis
Soal:
Diberikan kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. Tentukan jarak titik B ke garis AG.
Analisis Soal:
Yang diminta adalah jarak terpendek dari titik B ke garis AG. Jarak ini adalah panjang garis yang ditarik dari B dan tegak lurus terhadap garis AG.
Strategi Penyelesaian:
Bentuklah sebuah segitiga yang melibatkan titik B dan garis AG, yaitu segitiga ABG. Kemudian, gunakan konsep luas segitiga atau proyeksi untuk mencari tinggi segitiga dari B ke sisi AG.
Langkah-langkah Penyelesaian:
-
Hitung panjang sisi-sisi segitiga ABG:
- AB = 6 cm (rusuk kubus)
- BG = Diagonal bidang = √(BC² + CG²) = √(6² + 6²) = √(36 + 36) = √72 = 6√2 cm
- AG = Diagonal ruang = √(AB² + BG²) = √(6² + (6√2)²) = √(36 + 72) = √108 = 6√3 cm (atau langsung s√3)
-
Gunakan konsep luas segitiga:
Segitiga ABG adalah segitiga sembarang. Misalkan jarak titik B ke garis AG adalah x.
Luas segitiga ABG dapat dihitung dengan dua cara:- Cara 1 (menggunakan alas AG dan tinggi x): Luas = ½ × AG × x
- Cara 2 (menggunakan alas AB dan tinggi yang tegak lurus dengan AB): Di sini kita perlu hati-hati. Segitiga ABG bukan segitiga siku-siku di B atau A.
- Namun, perhatikan bahwa segitiga ABG adalah segitiga siku-siku di B jika kita memproyeksikan G ke bidang ABCD yaitu C. Tapi ini tidak membantu.
- Perhatikan bahwa AB tegak lurus dengan bidang BCGF. Karena BG terletak pada bidang BCGF, maka AB tegak lurus dengan BG. Ini salah! AB tegak lurus BC, tetapi tidak tegak lurus BG.
- Koreksi: Segitiga ABG bukan siku-siku. Kita perlu mencari titik P di AG sedemikian rupa sehingga BP tegak lurus AG.
- Kita bisa menggunakan rumus luas segitiga dengan alas AB dan tinggi BG (jika AB dan BG tegak lurus). Tetapi AB dan BG tidak tegak lurus.
- Mari kita gunakan rumus Heron atau proyeksi.
- Alternatif lebih mudah: Perhatikan segitiga ABG. Proyeksikan titik B ke garis AG. Misalkan titik proyeksi adalah P.
- Segitiga ABG dapat kita pandang sebagai segitiga dengan alas AG dan tinggi BP.
- Kita tahu bahwa BG adalah diagonal sisi, dan AB adalah rusuk. Sudut ABG bukanlah 90 derajat.
- Penyelesaian umum untuk jarak titik ke garis: Cari bidang yang tegak lurus garis AG dan melalui titik B. Terlalu rumit.
-
Pendekatan yang lebih baik: Gunakan aturan kosinus atau area.
Misalkan sudut BAG = α.
cos α = (AB² + AG² – BG²) / (2 × AB × AG)
cos α = (6² + (6√3)² – (6√2)²) / (2 × 6 × 6√3)
cos α = (36 + 108 – 72) / (72√3)
cos α = 72 / (72√3) = 1/√3
sin α = √(1 – cos²α) = √(1 – (1/√3)²) = √(1 – 1/3) = √(2/3) = √2/√3 = √6/3Jarak x = BP = AB × sin α
x = 6 × (√6/3) = 2√6 cm
Kesimpulan:
Jarak titik B ke garis AG adalah 2√6 cm.
Soal 3: Jarak Titik ke Bidang
Soal:
Diberikan kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm. Tentukan jarak titik C ke bidang BDG.
Analisis Soal:
Yang diminta adalah jarak terpendek dari titik C ke bidang BDG. Ini adalah panjang ruas garis dari C yang tegak lurus terhadap bidang BDG.
Strategi Penyelesaian:
Jarak dari titik ke bidang dapat ditemukan dengan memproyeksikan titik ke bidang tersebut. Untuk kubus, ada pola khusus untuk jarak dari sebuah titik sudut ke bidang yang dibentuk oleh tiga titik sudut non-berdekatan lainnya (seperti C ke BDG, atau A ke BDG). Jarak ini adalah 1/3 dari panjang diagonal ruang.
Langkah-langkah Penyelesaian:
-
Identifikasi diagonal ruang yang melewati C dan "menembus" bidang BDG:
Diagonal ruang yang relevan adalah CE.
Panjang diagonal ruang CE = s√3 = 12√3 cm. -
Gunakan sifat proyeksi atau perbandingan volume (cara cepat):
Jarak titik C ke bidang BDG adalah 1/3 dari panjang diagonal ruang CE.
Jarak = (1/3) × CE
Jarak = (1/3) × 12√3
Jarak = 4√3 cmPenjelasan lebih lanjut (jika dibutuhkan):
Perhatikan garis CE. Bidang BDG akan memotong